Showing posts with label travel blog. Show all posts
Showing posts with label travel blog. Show all posts

Feb 10, 2017

Travel Blogs yang Saya Suka

Lilo didn't want me to blog.


Walau bukan anak party, tulisan-tulisan Kate McCulley tentang Vang Vieng sebagai surga pesta para backpacker berkesan bagi saya pas membacanya di tahun 2011. Mungkin karena ceritanya menggambarkan fun yang nggak dibuat-buat dan suasana Vang Vieng yang begitu mentah dan asing bagi saya. Jadilah Vang Vieng salah satu tujuan saya dan teman-teman dalam tripLaos-Thailand di tahun 2012. Pengalaman saya di Vang Vieng berbeda dengan Kate. Dia berpesta hura-hura dan mabuk-mabukkan di sela-sela tubing, saya tubing dengan santai sambil ketawa-ketawa melihat kelakuan orang-orang mabuk dan berpesta siang bolong. 

Selain soal tubing di Vang Vieng, saya suka tulisan Kate karena dia hampir selalu menulis dengan poin tajam dan memaparkan pemikiran-pemikirannya dengan runut dan jelas. Pengalaman traveling keliling dunia memberinya banyak bahan cerita menarik, sementara nggak semua orang yang punya bahan sebanyak itu bisa bercerita dengan menarik. Namun bagi saya, tulisan-tulisannya ketika terbentur budaya di Asia Tenggara adalah yang paling menarik. Ketika dia kembali ke Amerika Serikat dan berjalan ke negara-negara maju Eropa, saya mulai jarang membaca tulisan di blognya, adventurouskate.com.

(Salah satu tulisan Kate tentang Vang Vieng ada di sini, dan ini cerita versi saya.)

Hal yang mirip saya alami dengan travel blog favorit saya lainnya, nomadicmatt.com milik Matt Kepnes.

Feb 3, 2017

More than Keeping A Journal



"Kesel, tadi digangguin di kelas!" Sebuah kalimat dengan tulisan miring ke kanan dan ke kiri mengawali catatan saya hari itu, tentang kesalnya dikata-katai nama bapak. Entah apa lagi isinya. Yang saya ingat betul, buku catatan harian itu sangat istimewa karena merupakan oleh-oleh Mama dari Jepang. Lukisan seorang perempuan berkimono dan berkulit pucat menghiasi sampulnya. Dasar anak kecil, belum mengerti cara menyimpan buku harian. Saya geletakkan saja dia di meja belajar, sehingga Mama bebas membaca isinya pada suatu hari. Sejak itu, saya malas mengisinya lagi.

* * *

"School sucks!"

"Hooray, I got an A on my paper about The Scarlet Letter!"

Lalu di halaman berikutnya adalah sketsa idola saya waktu itu, Trent Reznor.

Ini adalah beberapa halaman dalam buku jurnal saat remaja, semasa dengan yang saya ceritakan di sini. Sengaja saya membuatnya terbuka, bebas dibaca siapa saja, karena saya sedang malas menyimpan buku rahasia. Lagipula, saya sangat menyukai fisik buku itu, jadi saya ingin membawanya ke mana-mana. Terbuat dari kertas daur ulang, buku itu berwarna kecokelatan, dengan sampul bergambar matahari keemasan. Jilidnya spiral, lembaran isinya kertas tebal berbercak-bercak. Harganya lumayan, $11. Padahal uang saku saya waktu itu hanya $25 per bulan.