![]() |
| Lilo didn't want me to blog. |
Walau bukan
anak party, tulisan-tulisan Kate
McCulley tentang Vang Vieng sebagai surga pesta para backpacker berkesan bagi saya pas membacanya di tahun 2011. Mungkin
karena ceritanya menggambarkan fun
yang nggak dibuat-buat dan suasana Vang Vieng yang begitu mentah dan asing bagi
saya. Jadilah Vang Vieng salah satu tujuan saya dan teman-teman dalam tripLaos-Thailand di tahun 2012. Pengalaman saya di Vang Vieng berbeda dengan
Kate. Dia berpesta hura-hura dan mabuk-mabukkan di sela-sela tubing, saya tubing dengan santai sambil ketawa-ketawa melihat kelakuan
orang-orang mabuk dan berpesta siang bolong.
Selain soal tubing di Vang Vieng, saya suka tulisan
Kate karena dia hampir selalu menulis dengan poin tajam dan memaparkan
pemikiran-pemikirannya dengan runut dan jelas. Pengalaman traveling keliling dunia memberinya banyak bahan cerita menarik, sementara
nggak semua orang yang punya bahan sebanyak itu bisa bercerita dengan menarik.
Namun bagi saya, tulisan-tulisannya ketika terbentur budaya di Asia Tenggara adalah
yang paling menarik. Ketika dia kembali ke Amerika Serikat dan berjalan ke
negara-negara maju Eropa, saya mulai jarang membaca tulisan di blognya, adventurouskate.com.
(Salah satu
tulisan Kate tentang Vang Vieng ada di sini,
dan ini cerita
versi saya.)
Hal yang mirip
saya alami dengan travel blog favorit saya lainnya, nomadicmatt.com
milik Matt Kepnes.

